Membaca Alam, Membaca Ayat

Judul : Membaca Alam Membaca Ayat
Penulis : Bruno Guiderdoni
Penerbit : Mizan
Tahun Cetak : I, Agustus 2004
Tebal : 208 halaman
“Sejauh semesta ada titik awalnya, kita dapat mengira ada penciptanya. Namun, seandainya semesta benar-benar sepenuhnya mencukupi pada diri sendiri, tidak memiliki batas atau titik ujung, semesta tidak memiliki baik titik awal maupun akhir : semesta hanya sekadar ada. Kalau begitu di mana tempat bagi Sang Pencipta?”
Stephen Hawking
FrameWork War
Cara apa yang terbaik bagi para developer untuk membangun aplikasinya--dalam kasus ini, menggunakan PHP?
Apakah sebaiknya dia menggunakan framework tertentu? Atau apakah dia harus membanguan semuanya dari nol--from the scratch?
Pertanyaan kemudian berkembang, framework yang mana yang cocok dan sesuai dengan keperluan aplikasi tersebut.
Sebelum mengambil pilihan, iseng-iseng kita googling, ternyata ada puluhan dan mungkin ratusan framework untuk keperluan web programming, dari mulai yang php murni sampai yang berbasis ajax.
Lantas bagaimana sebaiknya? Hampir semua komunitas yang menggunakan framework tersebut berargumen bahwa framework yang digunakannyalah yang terbaik. Framework War, itulah yang terjadi.
Selamat Untuk Drupal


Selamat buat komunitas Drupal, yang bekerja keras membuat CMS (Contents Management System) ini memenangkan penghargaan sebagai Best PHP Open Source CMS 2008. Sebuah penghargaan yang pantas--setidaknya menurut saya--karena engine dari CMS ini begitu tangguh digunakan untuk keperluan aplikasi web.
Upaya Memadukan Beragam Teori Kesadaran

Judul : Integral Psychology
Penulis : Ken Wilber
Penerbit : Shambala
Cetakan : III, 2000
Tebal : xiii + 303 halaman
“Selama beberapa bulan setelah aku menggunakan LSD untuk pertama kalinya, aku yakin telah menemukan rahasia alam semesta. Aku juga reinkarnasi dari sekaligus Buddha dan Kristus. Kitab suciku setebal 47 halaman, hasil diskusiku dengan arwah orang-orang suci, kuharapkan bisa mempersatukan bangsa-bangsa seluruh dunia dalam proyek membangun masyarakat baru.”
Menggali Makna “Sancang”
Kebudayaan, bagaimanapun didefiniskan, tetaplah akan merujuk kepada suatu kisah, hikayat, mitos, pantun atau sekadar adat istiadat di masa lalu. Tak ada sebuah bangsa, suatu masyarakat di dunia mana pun, yang tidak memiliki cara pandang spesifik di zaman sebelumnya, yang tergambarkan dengan jelas dalam artefak arkaiknya. Masa lalu demikian berharga karena ia anasir yang telah membentuk struktur sadar kita; juga akar dari ketaksadaran kolektif dari perilaku dan nilai-nilai keseharian.
Psikologi Islam diTitik Simpang
Gagasan islamisasi ilmu merupakan proyek raksasa ambisius yang seringkali bernuansa romantisme ketimbang mencari hakikat keilmuan dan pandangan dunia khas tradisi islam. Disebut romantisme, karena dalam beberapa hal lebih mengedepankan semangat penegasan keislaman dari pada telaah kritis yang panjang dan akurat terhadap bidang-bidang keilmuan yang hendak diislamkan. Salah satunya, gagasan psikologi islam, yang sampai saat ini masih dalam perdebatan dan kontroversi yang tak habis-habisnya.
Sejarah Psikologi Transpersonal dan Kemunculan Psikologi Integral
01. Aliran-aliran Psikologi
Abraham Maslow membagi aliran psikologi—yang juga menggambarkan babakan sejarah kehadirannya—ke dalam empat aliran besar. Pertama aliran psikoanalisis, kedua behavioral, ketiga humanistik, dan keempat psikologi transpersonal. Kendati sains empiris menjadi basis bagi psikologi modern, tapi pada kenyataannya perkembangan psikologi tidak dikendalikan oleh kaidah-kaidah saintifik. Perkembangan psikologi lebih lanjut, terutama pada paruh abad ke-20, kembali diwarnai oleh pemikiran filosofis yakni eksistensialisme dan fenomenologi. Bahkan beberapa tahun setelahnya, psikologi mulai mendapatkan pengaruh dari kebangkitan spiritualisme gaya baru. Inilah awal mula hadirnya psikologi aliran keempat: psikologi transpersonal.
