Skip to Content

History, Psychologhy, Cultural Studies, Philosophy

Pergumulan dan Kematian

Posted in

“Apakah kau tidak setuju bahwa dalam diriku, aku mempunyai semangat nubuat sebesar semangat yang dimiliki angsa-angsa? Karena angsa-angsa itu, ketika memersepsi bahwa mereka pasti akan mati, setelah bernyanyi sepanjang hayatnya, lantas mereka bernyanyi lebih riang lagi dari sebelumnya, bergembira karena akan segera pergi menuju Tuhan yang para menterinya adalah mereka sendiri. Tetapi manusia, karena mereka sendiri takut akan kematian, mulai menebarkan fitnah bahwa angsa-angsa menyanyikan ratapan menjelang akhir hidupnya. “

Menggali Makna “Sancang”

Posted in

Kebudayaan, bagaimanapun didefiniskan, tetaplah akan merujuk kepada suatu kisah, hikayat, mitos, pantun atau sekadar adat istiadat di masa lalu. Tak ada sebuah bangsa, suatu masyarakat di dunia mana pun, yang tidak memiliki cara pandang spesifik di zaman sebelumnya, yang tergambarkan dengan jelas dalam artefak arkaiknya. Masa lalu demikian berharga karena ia anasir yang telah membentuk struktur sadar kita; juga akar dari ketaksadaran kolektif dari perilaku dan nilai-nilai keseharian.

Psikologi Islam diTitik Simpang

Posted in

Gagasan islamisasi ilmu merupakan proyek raksasa ambisius yang seringkali bernuansa romantisme ketimbang mencari hakikat keilmuan dan pandangan dunia khas tradisi islam. Disebut romantisme, karena dalam beberapa hal lebih mengedepankan semangat penegasan keislaman dari pada telaah kritis yang panjang dan akurat terhadap bidang-bidang keilmuan yang hendak diislamkan. Salah satunya, gagasan psikologi islam, yang sampai saat ini masih dalam perdebatan dan kontroversi yang tak habis-habisnya.

Sejarah Psikologi Transpersonal dan Kemunculan Psikologi Integral

Posted in

01. Aliran-aliran Psikologi
Abraham Maslow membagi aliran psikologi—yang juga menggambarkan babakan sejarah kehadirannya—ke dalam empat aliran besar. Pertama aliran psikoanalisis, kedua behavioral, ketiga humanistik, dan keempat psikologi transpersonal. Kendati sains empiris menjadi basis bagi psikologi modern, tapi pada kenyataannya perkembangan psikologi tidak dikendalikan oleh kaidah-kaidah saintifik. Perkembangan psikologi lebih lanjut, terutama pada paruh abad ke-20, kembali diwarnai oleh pemikiran filosofis yakni eksistensialisme dan fenomenologi. Bahkan beberapa tahun setelahnya, psikologi mulai mendapatkan pengaruh dari kebangkitan spiritualisme gaya baru. Inilah awal mula hadirnya psikologi aliran keempat: psikologi transpersonal.

Syndicate content