Skip to Content

Web Programming

About my notebook

Pernah ada yang penasaran dengan isi notebook saya. Apa isinya gerangan. He he, tentu saja " linux" menjadi pilihan sistem operasi saya, gitu bos. Saya pakai mandriva 2009. Untuk koneksi internet, saya gunakan modem Huawei dari Telkomflash, kadang pakai Broom juga dari Indosat. Tentunya, masalah driver modem 3G sudah terlewati dengan Mandriva 2009. No problemo.
Di komputer saya juga terinstall java1.6 berikut netbeans, apache server, php yang dikompilasi sendiri, dan ada juga lampp for linux, yang dibuat berbeda port-nya dengan apache hasil kompilasi. Untuk database saya menggunakan 4 database (karena kebetulan projek sekarang menggunakan semuanya, kecuali sqlite) yaitu, postgresql, mysql, dan oracle XE dan sqlite. Semuanya Free, bos.

Drupal 5 or Drupal 6 ?

Jika berkunjung ke situs resmi drupal, kita akan menemukan dua versi yang masih didukung penuh, yakni drupal versi 5 dan drupal versi 6. Tentunya ada alasan penting, mengapa drupal versi 5 masih di pelihara dan didukung penuh komunitas. Pertama, masih banyak developer yang membangun situsnya dengan drupal versi 5, dan masih terus memerlukan update. Kedua, tidak semua modul atau themes bisa memiliki versi yang stabil untuk drupal 6. Terkadang modul yang diperlukan hanya tersedia pada drupal versi 5.

CMS and Framework for Oracle Database

Adakalanya kita dihadapkan pada kebutuhan customer yang spesifik, misalnya, customer meminta kita membangun aplikasi dengan database oracle. Tentunya permintaan ini membuat kita mesti mencari framework yang sesuai. Memang permintaan ini sedikit merepotkan, karena bagaimanapun pasangan program php adalah mysql database. Tapi, bukan berarti ini membuat kita terkendala dan sama sekali tak bisa mengembangkan aplikasi tersebut. Dengan beberap trik, kita bisa menggunakan framework atau CMS yang dipasangkan dengan oracle database. Ada beberapa pilihan atau alternatif yang bisa kita tempuh :

FrameWork War

Posted in

Cara apa yang terbaik bagi para developer untuk membangun aplikasinya--dalam kasus ini, menggunakan PHP?
Apakah sebaiknya dia menggunakan framework tertentu? Atau apakah dia harus membanguan semuanya dari nol--from the scratch?
Pertanyaan kemudian berkembang, framework yang mana yang cocok dan sesuai dengan keperluan aplikasi tersebut.
Sebelum mengambil pilihan, iseng-iseng kita googling, ternyata ada puluhan dan mungkin ratusan framework untuk keperluan web programming, dari mulai yang php murni sampai yang berbasis ajax.
Lantas bagaimana sebaiknya? Hampir semua komunitas yang menggunakan framework tersebut berargumen bahwa framework yang digunakannyalah yang terbaik. Framework War, itulah yang terjadi.

Syndicate content